Asal-Usul Canva: Dari Kelas & Buku Tahunan hingga Visual Suite 2.0 (2025)

Asal-Usul Canva: Keresahan, Buku Tahunan, dan Ruang Kelas yang Berubah Menjadi Platform Desain Senilai Ratusan Trilyun

 

asal usul canva

Kalau mencari asal usul Canva, kita akan menemukan kisah sederhana: keresahan seorang pengajar desain melihat mahasiswanya berulang-ulang tersandung antarmuka rumit. Dari kelas kecil di Perth itulah sejarah Canva dimulai—bukan dari ambisi “membangun raksasa” seketika, melainkan dari eksperimen fokus bernama Fusion Books. Di ujung jalan, lahir platform desain drag-and-drop yang kini menyaingi Adobe, dipakai ratusan juta orang, dan berevolusi menjadi Visual Suite 2.0. Wikipedia+1Canva

Dari Kelas ke Pertanyaan Inti: “Mengapa Desain Serumit Ini?”

Sebagai tutor desain, Melanie Perkins menyadari banyak orang hanya perlu membuat poster atau slide sederhana, tetapi jalurnya terlalu panjang. Pertanyaan itulah yang menyalakan ide: bisakah desain dibuat semudah mungkin, sesuai cara manusia bekerja? Prinsip ini kelak menjadi DNA Canva—seret-lepas, template rapi, dan kolaborasi ringan. Wikipedia

Fusion Books (2007): Laboratorium Produk yang Nyata

Bersama Cliff Obrecht, Melanie membangun Fusion Books, editor buku tahunan sekolah berbasis web, dikerjakan dari ruang tamu ibunya di Perth. Strateginya membumi: cold call ke sekolah, bantu produksi, cetak, kirim, ulangi. Dalam beberapa tahun, Fusion Books tumbuh menjadi penerbit buku tahunan terbesar di Australia dan ekspansi ke Selandia Baru & Prancis—sekaligus mengasah fitur yang “terasa wajar” di Canva: template, drag-and-drop, dan kerja bareng tanpa drama teknis. Wikipedia

Akses Datang Setelah Bukti: Jaringan, Kitesurf, dan Cameron Adams

Ketika portofolio sudah terbukti, akses ikut datang. Melalui jaringan Bill Tai (komunitas kitesurf para investor), Melanie akhirnya bertemu Cameron Adams (desainer/engineer berpengalaman, kemudian cofounder & CPO Canva). Kombinasi visi (Melanie), operasi (Cliff), dan produk (Cameron) menyatu menjadi tim pendiri. ForbesWikipedia

2013: Canva Diluncurkan—Demokratisasi Desain

Canva rilis publik pada 2013 dengan pendekatan freemium, antarmuka drag-and-drop, dan perpustakaan template yang luas. Tujuan utamanya jelas: siapa pun—bukan hanya desainer profesional—bisa membuat materi visual dengan cepat. Inilah titik penting dalam sejarah Canva yang membuatnya diadopsi luas oleh individu, UKM, sekolah, hingga perusahaan. Wikipedia

2025: Visual Suite 2.0—Dari “Alat Desain” ke “Bengkel Kerja Visual”

Di Canva Create 2025, perusahaan memperkenalkan Visual Suite 2.0: dokumen, presentasi, whiteboard, website, Sheets (spreadsheet visual), Code (pembuat konten interaktif berbasis prompt), dan AI assistant dalam satu workflow terpadu. Intinya: hilangkan lompat-lompat aplikasi; kreator dan tim bisa merencanakan hingga mengeksekusi kampanye di satu tempat. Jika Anda mengikuti fitur terbaru Canva, inilah lompatan yang mengokohkan Canva sebagai bengkel kerja visual untuk tim modern. CanvaThe Verge

Agustus 2025: Valuasi US$42 Miliar—Termometer Kepercayaan Pasar

20 Agustus 2025, Canva memulai employee share sale yang menilai perusahaan di US$42 miliar—momen yang oleh banyak media dibaca sebagai pemanasan menuju IPO. Bagi pengguna, dampak paling terasa tetap pragmatis: satu dashboard untuk menyusun presentasi, dokumen, materi iklan, website sederhana, dan visual kampanye bersama tim, lebih cepat. Reuters

Pelajaran Produk dari Asal-Usul Canva

  1. Mulai dari keresahan nyata. Fusion Books adalah “niche yang dekat” untuk menguji hipotesis produk. Wikipedia

  2. Perkecil scope → eksekusi cepat → kumpulkan bukti. Bukti menarik jaringan, bukan sebaliknya. Forbes

  3. Produk mengikuti kebiasaan orang. Drag-and-drop, template, dan kolaborasi ringan membuat learning curve rendah. Wikipedia

  4. Evolusi konsisten. Visual Suite 2.0 menyatukan kerja kreatif–produktif dalam satu alur. Canva

FAQ (Ringkas)

Apa cikal bakal Canva?
Fusion Books (2007), editor buku tahunan sekolah berbasis web yang dikerjakan dari rumah di Perth. Wikipedia

Siapa pendiri Canva?
Melanie Perkins, Cliff Obrecht, dan Cameron Adams. Wikipedia

Langkah penting terbaru?
Visual Suite 2.0 (Canva Create 2025)—satu workflow untuk dokumen, presentasi, whiteboard, website, Sheets, Code, dan AI. CanvaThe Verge

Berapa valuasi terbarunya?
Sekitar US$42 miliar per 20 Agustus 2025 lewat program penjualan saham karyawan. Reuters

Penutup

Asal-usul Canva mengajarkan jalur yang membumi: mulai dari masalah kecil yang nyata, kumpulkan bukti, bangun akses, lalu biarkan produk mengikuti kebiasaan pengguna. Dari ruang kelas di Perth sampai Visual Suite 2.0, inilah sejarah Canva yang relevan bagi marketer, UKM, pendidik, dan tim kreatif.

Ingin bahasan strategi digital marketing, tren teknologi terupdate, dan taktik content & design untuk bisnis? Dapatkan juga info menarik dan update terbaru seputar digital marketing Indonesia di grup diskusi kami t.me/bonusdigitalmarketing.


Bonus bacaan terkait: Perbedaan Canva Pro dan Canva Edu.

 

Table of Contents

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spesifikasi Website
Promo Agustus